Showing posts with label HASAN AL-BASHRI. Show all posts
Showing posts with label HASAN AL-BASHRI. Show all posts

Monday, 31 March 2014

Keadaan Seorang Mukmin

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan,
“Manusia terdiri dari tiga golongan: mukmin, kafir, dan munafik.
Orang mukmin, Allah Subhanahu wa Ta’ala memperlakukan mereka sesuai dengan ketaatannya.
Orang kafir, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghinakan mereka sebagaimana kalian lihat.
Adapun orang munafik, mereka ada di sini, bersama kita di rumah-rumah, jalan-jalan, dan pasar-pasar. Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demi Allah, mereka tidak mengenal Rabb mereka. Hitunglah amalan jelek mereka sebagai bentuk ingkar mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sungguh, tidaklah seorang mukmin memasuki waktu pagi melainkan dalam keadaan cemas, meski telah berbuat baik. Tidak pantas baginya selain demikian. Ia pun memasuki waktu sore dalam keadaan khawatir, meski telah berbuat baik. Sebab, dia berada di antara dua kekhawatiran:
• Dosa yang telah berlalu; dia tidak tahu apa yang akan Allah Subhanahu wa Ta’ala lakukan terhadap dosanya (apakah diampuni atau tetap dibalasi dengan azab, -red.).
• Ajal yang tersisa (dalam hidupnya); dia tidak tahu kebinasaan apa saja yang akan menimpanya pada masa yang akan datang.”
(Mawa’izh al-Hasan al-Bashri, hlm. 57-58)
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 95/VIII/1434 H/2013, rubrik Permata Salaf.
Artikel : atsar salaf

Kehidupan Dunia Menurut Generasi Salaf

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan,
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari harta dengan cara baik, membelanjakannya dengan sederhana, dan memberikan sisanya.
Arahkanlah sisa harta ini sesuai dengan yang diarahkan oleh Allah. Letakkanlah di tempat yang diperintahkan oleh Allah. Sungguh, generasi sebelum kalian mengambil dunia sebatas yang mereka perlukan. Adapun yang lebih dari itu, mereka mendahulukan orang lain.
Ketahuilah, sesungguhnya kematian amat dekat dengan dunia hingga memperlihatkan berbagai keburukannnya. Demi Allah, tidak seorang berakal pun yang merasa senang di dunia. Karena itu, berhati-hatilah kalian dari jalan-jalan yang bercabang ini, yang muaranya adalah kesesatan dan janjinya adalah neraka.
Aku menjumpai sekumpulan orang dari generasi awal umat ini. Apabila malam telah menurunkan tirai kegelapannya, mereka berdiri, lalu (bersujud) menghamparkan wajah mereka. Air mata mereka berlinangan di pipi. Mereka bermunajat kepada Maula (yakni Rabb) mereka agar memerdekakan hamba-Nya (dari neraka).
Apabila melakukan amal saleh, mereka gembira dan memohon kepada Allah agar menerima amalan tersebut. Sebaliknya, apabila melakukan kejelekan, mereka bersedih dan memohon kepada Allah agar mengampuni kesalahan tersebut.”
[Mawa'izh al-Hasan al-Bashri, hlm. 41-42]
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 94/VII/1434 H/2013, rubrik Permata Salaf.
artikel : atsar salaf

Friday, 25 January 2013

Jangan Tertipu

Hasan al-Bashri rahimahullah menasihati sebagian muridnya dan menperingatkan mereka untuk menghindari rasa puas (terhadap diri sendiri). Beliau berkata:

1. Jangan pedaya dirimu dan menjadi sangat puas karena berada pada lingkungan yang baik (shalih), karena tidak ada tempat yang lebih baik dari Surga, dan bapak kita Adam alaihis salam mengalami apa yang kita semua mengetahuinya.

2. Jangan merasa puas hanya karena engkau sering beribadah, ingatlah apa yang tejadi pada iblis setelah menghabiskan banyak waktu untuk beribadah.

3. Jangan merasa dirimu besar karena telah bertemu dengan orang-orang yang shalih, karena tidak ada orang yang lebih shalih dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, akan tetapi kaum musyrikin dan orang-orang munafik tidak mendapatkan manfaat hanya dengan mengenal beliau.

* * *

Terjemahan bebas dari Al-Lu’lu’ al-Mantsur - Gems & Jewels; Wise Sayings, Interesting Events and Moral Lessons from Islamic History. Compiled by Abdul Malik Mujahid, Penerbit Darussalam, hal. 182. (sumber kitab asli tidak tercantum)
Sumber : A Learning Page

Thursday, 10 February 2011

Kehidupan Mana yang Hendak Dikejar...?

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri seringkali berkata, "Wahai pemuda! Carilah akhirat, karena seringkali kita melihat orang-orang mengejar akhirat juga mendapatkan dunia, akan tetapi kita tidak pernah melihat orang-orang yang mengejar dunia dan mendapatkan akhirat bersama dengan dunia."

Sumber: Al-Bayhaqî, Al-Zuhd Al-Kabîr, article 12. [Saying of The Salaf [dot] Net(

**Artikel: Ummu Zakaria

Nasihat Hasan al-Bashri di Ranjang Kematiannya

 Diriwayatkan bahwa ketika Al-Hasan Al-Bashri mendekati kematiannya, beberapa orang sahabatnya datang kepadanya dan berkata:
“Wahai Abu Sa’id, berikanlah kepada kami kata-kata yang dapat bermanfaat bagi kami.”
Beliau berkata:
“Aku akan memberikan kalian tiga kalimat kemudian kalian harus meninggalkanku menghadapi apa yang kuhadapi.
Jadilah orang yang paling jauh dari perkara-perkara yang dilarang, dan jadilah orang yang paling banyak berbuat kebaikan yang telah diperintahkan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa langkah yang kalian ambil ada dua: langkah yang sejalan dengan keinginanmu dan yang bertentangan dengan keinginanmu, karenanya perhatikanlah dari mana engkau datang dan ke mana engkau pergi.”

عن الحسن أنه لما حضره الموت دخل عليه رجال من أصحابه فقالوا له يا أبا سعيد زودنا منك كلمات تنفعنا بهن قال إني مزودكم ثلاث كلمات ثم قوموا عني ودعوني ولما توجهت له ما نهيتم عنه من أمر فكونوا من أترك الناس له وما أمرتم به من معروف فكونوا من أعمل الناس به واعلموا أن خطاكم خطوتان خطوة لكم وخطوة عليكم فانظروا أين تغدون وأين تروحون

It is reported that when Al-Hasan Al-Basrî was on his deathbed, some of his companions came to him and said:
O Abû Sa’îd, offer us some words you can benefit us with. He replied, “I will equip you with three words, then you must leave me to face what I am facing. Be the farthest of people from those things you have been forbidden, and be the most involved of people in the good you have been commanded to do; and know that the steps you take are two steps: a step in your favor and a step against you, so be careful where you come and where you go.”


Abû Na’yam, Hilyah Al-Awliyâ` 2:154 (Sayings of the Salaf [dot] Com)

http://www.khayla.net/
**Artikel: Ummu Zakaria

Lihatlah Persiapanmu

Al-Hasan berkata:

“Sesungguhnya hidupmu dalam waktu yang terbatas, dan amalanmu telah tertutup, dan maut berada di lehermu dan neraka di hadapanmu dan Demi Allah apapun yang kalian lihat akan berlalu. Maka nantikanlah ketetapan Allah siang dan malam dan hendaknya seseorang melihat apa yang telah dipersiapkannya bagi dirinya sendiri.”


* * *


إنكم أصبحتم في أجل منقوص وعمل محفوظ والموت في رقابكم والنار بين أيديكم وما ترون والله ذاهبا فتوقعوا قضاء الله في كل يوم وليلة ولينظر أمرؤ ما قدم لنفسه

Al-Hasan said:

"Verily you have insufficient time, your actions are sealed, death is looking over you and the Fire is in front of you. And by Allâh whatever you see (i.e. the world) is going. So expect the decision of Allâh every day and night, and let one look to what he has put forward for himself."

(English translation from Weeping from fear of Allah, Syaikh Husain al-Awaisyah)

Sumber: Al-Hilyah al-Aulia Abu Nu'aim, al-Maktabah asy-Syamilah

**Artikel: Ummu Zakaria

Tempat Hati dan Lisan

Al-Hasan berkata: Lisan orang yang pandai berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia berpikir terlebih dulu. Jika perkataan itu baik untuknya, maka dia mengatakannya, dan apabila perkataan itu buruk baginya maka dia menahannya. Dan hati orang yang bodoh berada di belakang lisannya. Jika dia hendak mengatakan sesuatu maka dia mengatakannya, tidak berpikir dulu apakah hal itu berakibat baik atau buruk baginya.

قَالَ الْحَسَنُ : لِسَانُ الْعَاقِلِ مِنْ وَرَاءِ قَلْبِهِ ، فَإِذَا أَرَادَ الْكَلامَ تَفَكَّرَ ، فَإِنْ كَانَ لَهُ قَالَ ، وَإِنْ كَانَ عَلَيْهِ أَمْسَكَ ، وَقَلْبُ الْجَاهِلِ مِنْ وَرَاءِ لِسَانِهِ ، فَإِنْ هَمَّ بِالْكَلامِ تَكَلَّمَ لَهُ وعليه

Sumber: Abu Bakar ad-Daynuri, Al Majalasah wa Jawahir al-Ilm, no. 3049, Maktabah Syamilah
It is reported that Al-Hasan Al-Basrî – Allâh have mercy on him – said:
The intelligent person’s tongue is behind his heart: when he wants to speak, he first thinks. If [his words] will be in his favor, he says them, and if they will be against him, he does not speak. And the ignorant person’s heart is behind his tongue: when he merely thinks of saying something, he says it, whether it is for or against him.

Abû Bakr Al-Daynûrî, Al-Mujâlasah wa Jawâhir Al-’Ilm article 2049.

Source: http://sayingsofthesalaf.net


http://www.khayla.net/


**Artikel: Ummu Zakaria