Showing posts with label Persahabatan. Show all posts
Showing posts with label Persahabatan. Show all posts

Friday, 29 March 2013

Arti Dirimu


Dalam satu dan lain hal,
Kau dapat membuatku tersenyum
Menghadirkan cahaya mentari
Yang menghangatkan seluruh jiwa

Dalam satu dan lain hal,
Kau dapat membuatku tersentuh
Bagai angin sepoi di siang hari
Yang menghembus pucuk-pucuk akasia

Dalam satu dan lain hal,
Kau dapat membuatku terharu
Meski hanya dengan serangkai kata
Yang mampu menggugah pemahaman baru

Dan diantara banyak hal,
Aku ingin mengatakan
Sahabat………
Betapa kau berarti bagiku...

Kaukah itu...?

Kaukah itu……….?
Seorang teman yang menawarkan pundaknya
Untuk saling berbagi beban dan harapan
Dalam susah dan senang

Kaukah itu……….?
Seorang teman yang menawarkan kasih sayang
Untuk saling mendukung
Dengan sebuah senyum tulus

Kaukah itu……..?
Seorang teman yang menawarkan persahabatan
Untuk saling mengingatkan
Agar jalan tetap lurus

Jika itu kau, jawablah!
Karena aku menunggu


Source : The part of me

Wednesday, 13 March 2013

Mutiara Tersembunyi di Selatan Malang

Pantai Sendang Biru - Malang
Bagi saya, jalan-jalan dalam rangka liburan tidak harus selalu mengeluarkan banyak biaya. Liburan asyik juga tidak harus selalu ke luar negri. 

Dan, dengan menjelajah negri sendiri kita pun juga dapat semakin bersyukur pada Allaah subhaanahu wata'ala atas nikmat yang telah Allaah limpahkan pada negeri kita tercinta ini, Indonesia.. ^^

Perjalanan liburan yang saya tulis kali ini sebenarnya adalah perjalanan yang telah saya lakukan di bulan September tahun 2012 lalu. Dan saya baru sempat menuliskannya sekarang setelah banyak teman-teman saya yang menagih pada saya untuk menuliskan bagaimana rute untuk kesana dan tentang keindahan-keindahannya. Walau saya telah jelaskan pada mereka bahwa saya tidak pandai merangkai kata. Tapi baiklah, saya akan mencoba untuk menjabarkannya semampu saya :p (-tertawa lah sepuasmu membaca tulisan saya yang ala kadarnya ini)

Monday, 11 February 2013

Ketika Sahabat Kita Membeberkan Rahasia Kita !!!

Setiap kita memiliki rahasia-rahasia dalam kehidupan ini yang kita berusaha untuk menyembunyikannya dari orang lain…, baik rahasia-rahasia yang positif yang menyenangkan hati kita, maupun rahasia-rahasia negatif yang berkaitan dengan aib-aib kita. Tidak ada orang lain yang mengetahui rahasia-rahasia tersebut, hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui Yang ghaib dan yang mengetahuinya.

Akan tetapi terkadang hati seseorang terasa sempit dengan rahasianya yang ia simpan…ia ingin sekali menyampaikan rahasia tersebut kepada orang lain yang amanah yang bisa menjaga rahasianya…, lantas kepada siapakah ia meletakkan rahasianya tersebut ??, terlebih lagi jika rahasia tersebut berkaitan dengan aibnya sendiri !!

Bayangkan jika sahabat kita telah menyimpan rahasia kita dengan penuh amanah selama sepuluh tahun…lantas tatkala terjadi pertikaian antara kita dan dia yang membuatnya marah…akhirnya sahabat kitapun membeberkan rahasia aib kita tersebut !!!


Membeberkan rahasia adalah pengkhianatan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

الرَّجُلُ إِذَا حَدَّثَ الرَّجُلَ بِحَدِيْثٍ ثُمَّ الْتَفَتَ عَنْهُ فَهِيَ أَمَانَةٌ

“Jika seseorang mengabarkan kepada orang lain suatu kabar, kemudian ia berpaling dari orang yang dikabari tersebut maka kabar itu adalah amanah (atas orang yang dikabari) (HR At-Tirmidzi (1959) dan Abu Dawud (4868). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Shahiihah (1090).)

Makna berpaling yaitu si penyampai kabar tatkala hendak menyampaikan kabarnya menengok ke kanan dan ke kiri karena kahwatir ada yang mendengar. Sikapnya memandang ke kanan dan ke kiri menunjukkan bahwa dia takut kalau ada orang lain yang ikut mendengar pembicaraannya, dan dia mengkhususkan kabar ini hanya kepada yang akan disampaikan kabar tersebut. Seakan-akan dengan sikapnya itu ia berkata kepada orang yang diajak bicara, "Rahasiakanlah kabar ini!" (Lihat Tuhfatul Ahwadzi (VI/81) dan ‘Aunul Ma’bud (XIII/178)

Hadits ini menjelaskan bahwa seseorang hendaknya menjaga rahasia saudaranya jika dia faham bahwasanya saudaranya tidak ingin ada orang lain yang mengetahuinya, bahkan meskipun ia tidak meminta untuk merahasiakannya. Lantas bagaimana lagi jika ia meminta untuk merahasiakannya ??!!. Hadits ini juga tegas menjelaskan bahwasanya menjaga rahasia adalah amanah dan membongkar rahasia adalah bentuk pengkhianatan.

Akan tetapi…, sungguh menjaga rahasia orang lain lebih sulit daripada menjaga harta orang lain.

Al-Munaawi rahimahullah berkata :

فَلَيْسَ كُلُّ مَنْ كَانَ عَلَى الأَمْوَالِ أَمِيْنًا كَانَ عَلَى الأَسْرَارِ أَمِيْنًا. وَالْعِفَّةُ عَنِ الْأَمْوَالِ أَيْسَرُ مِنَ الْعِفَّةِ عَنِ إِذَاعَةِ الْأَسْرَارِ

"Tidak setiap orang yang amanah menjaga harta juga amanah menjaga rahasia. Menjaga diri dari harta lebih mudah dari pada menjaga diri untuk tidak menyebarkan rahasia" (Faidhul Qodiir 1/493, syarh hadits no 985)

Sungguh benar perkataan Al-Munaawi ini, lebih mudah bagi kita tatkala diberi amanah untuk menjaga harta orang lain dari pada tatkala diberi amanah untuk tidak menceritakan rahasia orang lain.

Ar-Rooghib berkata :

وَإِذَاعَةُ السِّرِّ مِنْ قِلَّةِ الصَّبْرِ وَضِيْقِ الصُّدُوْرِ وَيُوْصَفُ بِهِ ضعفُ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ

"Menyebarkan rahasia muncul dari sedikitnya kesabaran dan sempitnya dada, dan ini merupakan sifat para lelaki yang lemah, para wanita, dan anak-anak" (lihat Faidhul Qodiir 1/493)

Sebaliknya seseroang berkata :

كِتْمَانُ الأَسْرَارِ يَدُلُّ عَلَى جَوَاهِرِ الرِّجَالِ، وَكَمَا أَنَّهُ لاَ خَيْرَ فِي آنِيَةٍ لاَ تُمْسِكُ مَا فِيْهَا فَلاَ خَيْرَ فِي إِنْسَانٍ لاَ يَكْتُمُ سِرًّا

"Menyembunyikan rahasia menunjukkan akan para lelaki yang mulia seperti permata, sebagaimana tidak ada kebaikan pada sebuah bejana yang tidak bisa menampung isinya maka tidak ada kebaikan pula pada seseorang yang tidak bisa menyembunyikan rahasia"


Menjaga rahasia sendiri saja sulit apalagi rahasia orang lain?

Jangankan untuk menjaga rahasia orang lain…, bahkan rahasia sendiri saja kita tidak kuasa untuk menyimpannya dan memendamnya dalam hati kita.

Seseorang penyair berkata:

إِذَا الْمَرْءُ أَفْشَـى سِـرَّهُ بِلِسَـانِهِ       وَلاَمَ عَلَـيْهِ غَـيْرَهُ فَـهُوَ أَحْمَقُ

إِذَا ضَاقَ صَدْرُ الْمَرْءِ عَنْ سِرِّ نَفْسِهِ      فَصَدْرُ الَّذِي يَسْتَوْدِعُ السِّرَّ أَضْيَقُ


"Jika seseorang membeberkan rahasianya sendiri dengan lisannya (kepada orang lain)…

lantas ia mencela orang lain tersebut (karena membeberkan rahasianya) maka orang ini adalah orang bodoh…

Jika hatinya sempit untuk bisa menahan rahasia pribadinya…

maka dada orang lain yang ia simpan rahasianya tentunya lebih sempit lagi…"
Jika kita tidak mampu untuk menyimpan rahasia kita lantas kita sampaikan kepada orang lain maka jangan menyesal jika akhirnya rahasia kita akan menjadi rahasia umum, sebagaimana perkataan seorang penyair ;

كُلُّ عِلْمٍ لَيْسَ فِي الْقِرْطَاسِ ضَاعَ     وَكُلُّ سِرٍّ جَاوَزَ الاِثْنَيْنِ شَاعَ


"Seluruh ilmu yang tidak tercatat di kertas akan lenyap….

Dan seluruh rahasia yang telah melewati dua bibir maka akan tersebar"


Betapa sering kita berkata kepada seseorang, "Tolong jaga rahasia ini, jangan sampai engkau menceritakannya kepada orang lain". Namun ternyata orang inipun menyebarkannya kepada orang lain dengan perkataan yang sama, "Tolong jaga rahasia ini, jangan sampai engkau menceritakannya kepada orang lain", dan seterusnya… hingga jadilah rahasia kita menjadi rahasia umum.

Yang lebih menyedihkan…terkadang seseorang menyampaikan suatu rahasia kepada sahabat dekatnya, dan sebelum ia menyampaikan rahasia kepadanya ia mewanti-wantinya untuk tidak bercerita kepada orang lain…lantas sahabatnya itupun berkata, "Demi Allah meskipun ditawarkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, aku tetap tidak akan menceritakannya kepada orang lain". Ternyata beberapa minggu kemudian…atau sebulan kemudian…atau dua bulan kemudian…atau setahun kemudian…rahasia tersebut telah tersebar…rahasia pribadi telah berubah menjadi rahasia umum… bahkan akhirnya rahasia tersebut sampai langsung ke telinganya sendiri.

Yang lebih menyedihkan lagi jika ternyata rahasia tersebut berkaitan dengan aibnya….jadilah sahabatnya tadi menjadi orang yang paling ia benci..!!!. Bahkan terkadang karena kebenciannya terhadap (bekas) sahabatnya tersebut mengantarkan dia untuk membalas dendam sehingga diapun balik menceritakan rahasia-rahasia bekas sahabatnya dengan membeberkan aib-aibnya !!!


Kepada siapa kita simpan rahasia kita ?

Berikut ini beberapa poin yang mungkin penting untuk diperhatikan tatkala hati kita gelisah dan ingin sekali menumpahkan rahasia kita kepada orang lain.

Pertama : Hendaknya kita bertanya dalam diri kita, sudah perlukah kita membeberkan rahasia kita kepada orang lain??, apakah jika kita membeberkan rahasia kita akan mendatangkan kemaslahatan??!!

Kedua : Sebelum kita menceritakan rahasia kita kepada orang lain, hendaknya kita membayangkan bagaimana jika orang tersebut tidak amanah??, hendaknya kita juga membayangkan bagaimana jika rahasia kita tersebut akhirnya tersebar?? Apakah kita siap menghadapinya??.

Ketiga : Kalau memang kita harus membeberkan rahasia kita maka hendaknya kita menceritakannya kepada orang yang sholeh yang terkenal dengan amanah…terutama seseorang yang berilmu yang kita ingin mendapatkan masukan nasehat-nasehat darinya dalam menghadapi problem kita

Keempat : Jangan sampai kita menceritakan rahasia kita kepada orang yang mencari-cari tahu rahasia kita. Orang yang seperti ini biasanya mudah untuk membeberkan rahasia. Seorang penyair berkata :

لاَ تُذِعْ سِراًّ إِلَى طَالِبِهِ *** مِنْكَ فَالطَّالِبُ لِلسِّرِّ مُذِيْعُ


"Janganlah engkau membeberkan rahasia kepada orang yang mencari-cari rahasia tersebut darimu, karena pencari-cari rahasia akan membeberkannya"


Kelima : Janganlah kita menceritakan rahasia kita kepada banyak orang, karena semakin banyak orang yang kita ceritakan rahasia kita maka akan semakin mudah tersebar rahasia kita.

Yang sering terjadi adalah jika seseorang menghadapi sebuah problem lantas ia selalu ingin curhat kepada orang lain, yang curhat tersebut mengharuskannya untuk membeberkan rahasianya. Akibatnya rahasianya menjadi rahasia umum.

Para pembaca yang budiman…menjaga rahasia adalah suatu amanah, karenanya jika kita diminta untuk menjaga rahasia maka hendaknya kita benar-benar memegang amanah tersebut…, namun jika kita merasa tidak mampu untuk menjaganya maka hendaknya kita tolak permintaan tersebut. Jika memang orang yang meminta tersebut tetap ngotot menceritakan rahasianya kepada kita, maka hendaknya kita mempersyaratkan agar memaafkan kita jika rahasia tersebut tersebar dikemudian hari.

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 04-01-1433 H / 29 November2011 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com

Saturday, 2 February 2013

SALAH SANGKA TENTANG PERSAHABATAN


(1) Persahabatan tidak mengharuskan sahabatmu tidak boleh salah kepadamu. Sahabatmu –sebagaimana dirimu- pasti punya kekurangan dan kesalahan, bahkan bisa jadi berbuat salah kepadamu.

Pepatah berkata:
تُرِيْدُ صَاحِبًا لاَ عَيْبَ فِيْهِ ...فَهَلِ الْعُوْدُ يَفُوْحُ بِلاَ دُخَانِ
"Kau menghendaki seorang sahabat yang tidak ada kekurangannya?... Apakah ada kayu gaharu yang mengeluarkan bau wangi tanpa asap??

(2) Persahabatan tidaklah mengharuskan engkau harus terus berada bersamanya dan menghabiskan waktumu bersamanya, sehingga akhirnya waktu untuk suamimu/istrimu, anakmu, kerabatmu, dan untuk Robmu akhirnya terkorbankan. Justru jika sering bertemu akan menghilangkan/memudarkan rasa cinta dan rindu, berbeda jika tidak keseringan bertemu.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
زُرْ غِبًّا تَزْدَدْ حُبًّا
"Kunjungilah jangan keseringan maka akan menambah kecintaanmu" (HR At-Thabrani dan dishahihkan oleh Al-Albani)

(3) Persahabatan tidaklah mengharuskan sahabatmu tidak boleh dekat dengan selainmu. Ia boleh mencari sahabat selainmu. Sebagian orang jika telah mengambil sahabat, seakan-akan sahabatnya itu hanya miliknya saja, dan tidak boleh dekat dengan orang lain.

(4) Persahabatan tidaklah mengharuskan sahabatmu menceritakan seluruh permasalahannya padamu

(5) Persahabatan tidaklah mengharuskan engkau harus mengetahui seluruh rahasia sahabatmu. Karenanya jika engkau bertanya sesuatu kepadanya lantas ia terasa berat atau menghindar untuk menjawab maka janganlah engkau mengjarnya dengan pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Sikapnya tersebut menunjukan ia tidak ingin engkau mengetahui permasalahan dan rahasianya tersebut.


Source : Ust. Firanda

Surat buat sahabat (2)

Bahagia rasanya
Berjalan dengan kamu lagi
Susuri jejak masa lalu kita

Kudengar kau berkata
"Senang rasanya berkumpul lagi"
Dan aku mengangguk riang

Namun tiba-tiba kutersentak
Kutengok ke kiri dan ke kanan
Tidak ada yang kujumpai
Kecuali tembok-tembok mati

Ah, kusadar kini hanyalah mimpi
Aku sendiri dengan mataku yang basah
Dan rindu yang menyeruak

Namun, satu hal yang pasti
Kenanganku bersamamu takkan pudar
Saat kita tertawa bersama
Atau saat berbagi air mata

Bila saja masih ada kesempatan
'Tuk sebuah perjumpaan
Kuingin buat episode baru
Tentang persahabatan kita

Kini di atas kertas putih
Akan kutulis untukmu
Aku kangen !

Harapan Doa Dari Para Sahabat yang Kan Kutinggalkan

سَوْفَ يَمضِي بِنَا مَركبٌ لِلْوَداع
يَسْتَحِثُّ الخُطى والدُّموع الشِّراع
عَالَمٌ لم يــزلْ يَسْتَلِذُّ الْمَتَاع
أنْتُمُ إخْـوَتِي خَيْرُ هَذَا الْمَتَاع

Kita akan diangkut oleh 'kendaraan perpisahan' (baca: keranda kematian)
Yang harus diusung dengan langkah kaki dan derasnya air mata kesedihan…
(Meski) dunia terus mengajak untuk menikmati keindahannya
Maka kalianlah sahabat-sahabatku, sebaik-baik keindahannya


آهٍـ يَا إخْوَتِي بُـعدُكم لا يُراد
كيف أنسى أخي كيف يحلو الرقاد


Aaahhh….Sahabat-sahabatku… Jauhnya kalian tidaklah aku harapkan 
Bagaimana akan kulupakan sahabatku, bagaimana pula tidur indah kan kunikmati


دمْعُ عَيْنِي جرَى واستطَالَ السَّوَاد
يا إلَهَ الوَرَى اُلْطُفَنْ بِالعِـبَاد


Linangan air mataku terus mengalir (karenanya), hingga hitamnya garis mata tampak memanjang
Yaa Allaah, Rabb alam semesta, berilah seluruh hamba-Mu lembutnya kasih sayang


دُنْيَانَا يَالَهَا تَجْرِي مَجْرَى السَّحَاب
وَهْيَ تَسْعَى بِنَا نَحْوَ يَوْمِ الْحِسَاب


Lihatlah dunia kita, ia lari seperti larinya awan
Menyeret kita menuju hari perhitungan


إِخْوَتِي رَدِّدُوا صَوْتَكُم مُسْتَطَاب
لَسْنَا نَرْجُو سِوَى دَعْوَةً لِلصِّحَاب


Sahabat-sahabatku, teruslah dengan suara kalian yang baik (dan penuh berkat)
Kami tidak mengharapkan, melainkan doa (kebaikan) untuk para sahabat kalian


إخوتي عاهِدوا اللهَ فوق السَّمَاء
أن يكونَ لنا في القريبِ لِقاء


Sahabat-sahabatku… berjanjilah kepada Allaah yang berada di atas langit
Bahwa kita akan berjumpa dalam waktu dekat


إخوتي عاهِدوا اللهَ فوقَ السماء
أن يَرى كَفَّكم ضارِعًا بالدُّعاء


Sahabat-sahabatku… berjanjilah kepada Allaah yang ada di atas langit sana
Untuk melihat tangan kalian, merendah untuk mendoakan kami


Renungan:
Kurenungi bait-baitnya dengan mendalam… ia seakan barisan ombak yang terus berdatangan dalam pendengaran… beribu angan menghampiri pikiranku… dan perasaan halus terus mengusik jiwaku…
Kutanya diriku: benarkah 'kendaraan perpisahan' itu benar-benar akan menghampiriku?!
Akankah kutulis wasiat terakhir, kepada setiap orang yang kucintai, sebelum kepergianku?!
Lalu apakah isi wasiat terakhirku itu? Yang harus cepat ku tulis sebelum kutinggalkan duniaku ?
Ibuku… bapakku… saudara-saudaraku… saudari-saudariku… rumahku… istriku…
sahabat-sahabat… teman-teman… rekan-rekan kerja… kenalan-kenalan… kantor… computer… internet?
Jalanan… masjid… anak-anak kecil di jalanan dan desa… detik-detik bahagia… masa-masa sedih, sakit, dan perjuangan… Akankah kutinggalkan dunia ini, yang terus mengajakku menikmati keindahannya… beserta semua saudara dan orang-orang tercinta yang hidup di dalamnya
Siapakah yang akan kuberi kata perpisahan?… Siapa pula yang akan kulupakan dari sapaan salam?… Bahkan, punyakah aku waktu yang cukup untuk menyampaikan salamku kepada semua orang yang kucinta?
Siapakah dari mereka yang sudi memaafkanku?… Siapa pula yang merasa kehilangan diriku?… Bahkan siapakah yang aku malah lebih kehilangan dia?
Canda-tawa manakah yang akan teringat dibenakku?… Dan wajah manakah yang akan mempengaruhi raut wajahku?… Berapakah lautan yang mencukupi mataku untuk mengucurkan tangisnya?
Bagaimana diriku akan sabar dan tahan setelah ini semua?…
Yaa Rabbku… betapa rapuhnya hati kami sebagai manusia, ketika pribadi-pribadi ini pergi bersama ruh yang bersih nan suci… Betapa kerasnya jeritan hati, untuk orang yang dilahap oleh waktu di hadapanku, atau aku yang dilahap waktu di hadapannya… Di masa sedih itu, betapa tingginya jeritan 'aaaah' di tenggorokanku yang ku sertakan bersama ruh-ruh kalian yang mulia
Maka terimalah suratku ini, yang berisi permohonan maafku, sebelum datang waktu itu… Saat jiwa lelahku, berada diantara tubuh yang tidak kuat lagi pergi menghampirimu…
Apapun kesalahan kalian terhadapku, maka sungguh aku mempersaksikan kepada Allaah, bahwa aku telah merelakan dan memaafkannya… bahkan aku telah melupakannya… dan seakan tidak pernah ada… Maka maafkanlah salah-salahku!
Jika nantinya tanah telah menutupi jasadku… Dan alam lain telah melingkupiku… Maka ingatlah… Ingatlah, bahwa suatu hari, aku telah mengirimkan surat terakhirku ini… Dan janganlah lupa mendoakanku dengan doa yang baik di saat ku telah tiada
Aku benar-benar yakin, bahwa jeritan hatiku untuk sahabat-sahabat dan orang-orang tercintaku ini, nantinya juga akan menghampiri jiwa-jiwa kalian yang mulia… dan kalian akan mengirimkannya kepada setiap orang yang kalian cintai… kepada setiap orang yang kalian hargai… kepada setiap orang yang kalian hormati
Harapan-tertinggiku… Apabila sampai suratku ini… Balaslah surat ini dengan empat kata:
Aku telah memaafkanmu sahabatku…



Source : Ust. Musyaffa' MA hafizhahullaah 














Friday, 1 February 2013

Hasil Persahabatan

Bismillaah ...

Sahabat yang bertaqwa ibarat pewangi yang mengharumkan jiwa. Tatkala hadir, membuat yang lain senang akan bau wanginya.

Sahabat yang bertaqwa ibarat dua pasang tangan yang bekerjasama, yang satu membersihkan yang lainnya ...

Mereka umpama mentari yang menyinari gelapnya malam hari .. Meskipun cahayanya suram namun sinarannya kekal abadi ...

Bukan pula teman seketika, dimana sinaran cahayanya terang benderang, kendati bersifat sementara ...

Allaahu Ta'ala berfirman:

"Dan ingatlah pada hari kiamat itu nanti orang yang gemar melakukan kezaliman akan menggigit kedua tangannya dan mengatakan:

"Aduhai, alangkah baik seandainya dahulu aku mengambil jalan mengikuti rasul itu. Aduhai, sungguh celaka diriku! Andai saja dulu aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman dekatku. Sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan itu (al-Qur'an) setelah peringatan itu datang kepadaku.'

Dan memang syaitan itu tidak mau memberikan pertolongan kepada manusia."
(Al Furqan: 27 - 29).

Maka sebaiknya kita berhati-hati dan seleksi dalam berteman. Apakah persahabatan hanya ditujukan sebagai senda-gurauan, atau saling mengajak kepada keta'atan dan kebaikan ...

"Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya."
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Allaahu a'lam.

Source : Akh. Shaalih
Powered by Telkomsel BlackBerry®

JANJI PERSAHABATAN YANG TERLUPAKAN

لِمَاذَا تَرَانِي بِقَفْرٍ سَحِيْقٍ ===== فَتُعْرِضُ عَنِّي وَتَنْسَى الصَّدِيْقَ
Kenapa tatkala engkau melihatku dalam padang tandus yang sangat jauh….lantas engkau berpaling dariku dan engkau melupakan sahabatmu ini ?
وَأَلْمَحُ فِي نَظَرَاتِكَ هَجْرًا ===== فَتَتْرُكَنِي فِي الْمَعَاصِي غَرِيْق
Aku merasakan dari pandanganmu engkau menjauhiku dan menghindar dariku…. engkau membiarkan ku tenggelam dalam kemaksiatan
لِمَاذَا أُخَيَّ أَمُدُّ يَدَيَّ ===== فَتَتْرُكَهَا لِلَّظَى وَالْحَرِيْقِ
Mengapa wahai sahabatku? tatkala aku menjulurkan kedua tanganku (untuk kau tolong) ….lantas engkau engkau membiarkan juluran tanganku dalam api yang membakar dan menyala-nyala?
أَتَعْلَمُ أَنِّي أَزِيْدُ انْحِدَارًا ===== وَأَنْتَ تَرَانِي بِهَذَا الطَّرِيْقِ
Tidakkah engkau tahu bahwasanya aku semakin tersesat ke jalan yang menyimpang….padahal engkau melihat aku berjalan di jalan menyimpang tersebut
لِمَاذَا أُخَيَّ تُشِيْحُ بِوَجْهٍ ===== عَبُوْسٍ قَنُوْطٍ بِأَنْ لاَ أُفِيْقُ
Wahai sahabatku, kenapa engkau membuang mukamu….dengan wajah yang merengut dan masam yang putus asa seakan-akan aku tidak akan bisa sadar kembali
أَتَنْسَى زَمَانًا بَهِيًّا نَدِيًّا ===== أَمِ الشَّوْقُ وَلَّى فَهَانَ الرَّفِيْق
Apakah engkau lupa masa yang indah …. Ataukah kerinduanmu telah sirna dan rendahlah sahabatmu ini
أَتَذْكُرُ عَهْداً قَطَعْنَاهُ يَوْمًا ===== بِأَنْ نَتَآخَى كَظِلٍّ لَصِيْقٍ

Apakah engkau ingat janji yang pada suatu hari pernah kita patrikan…. bahwasanya kita akan bersaudara sebagaimana bayangan yang selalu menempel
زَهِدْتَ بِقُرْبِي وَخَلَّفْتَ قَلْبِي ===== حَزِيْنًا رَهِيْنًا لِغَمٍّ وَضِيْقٍ

Engkau semakin menjauh dariku dan engkau meninggalkan hatiku…dalam kesedihan dan kegelisahan dan kesempitan
تُسَاوِرُنِي وَسْوَسَاتُ الدَّنَايَا ===== وَيُطْرِبُنِي عَزْفُ مَكْرٍ رَقِيْبق
Bisikan-bisikan keburukan menggerogotiku…dan lantunan tipu daya yang halus telah membuai dan melenakanku…
فَخُضْتُ الذُّنُوْبَ وَكَمْ مِنْ مَلاَهٍ ===== أَتَيْتُ وَكَمْ مِنْ حَيَاءٍ أُرِيْقُ
Maka akupun tenggelam dalam dosa-dosa, betapa banyak perkara yang melalaikan aku kerjakan…dan betapa banyak rasa maluku yang aku tumpahkan (karena bermaksiat)
أُخَيَّ تَمَهَّل وَخُذْنِي إِلَيْكَ ===== فَمَا عَادَ قَلْبِي لِبُعْدٍ يُطِيْقُ
Sahabatku berhentilah sejenak dan ambil dan ajaklah diriku bersamamu…Sungguh hati ini tidak sanggup untuk menjauh…
وَمُدَّ الْأَيَادِي وَلاَ تَنْتَقِصْني ===== وَكُنْ لِجِرَاحِي الطَّبِيْبَ الشَّفِيْقَ
Dan ulurkanlah kedua tanganmu dan janganlah engkau mencelaku… dan jadilah engkau terhadap luka-lukaku seorang tabib/dokter penyayang …
إِذَا مَا مَرَرْتَ بِقُرْبِي سَرِيْعًا ===== تَذَكَّرْ قَدِيْمًا عُهُوْدَ الصَّدِيْقِ
Jika tatkala engkau lewat di dekatku lantas engkau berjalan dengan cepat (untuk menjauhiku)… maka ingatlah janji persahabatan kita dahulu…
===========================================

Sungguh ada sahabat-sahabat dekat kita dahulu yang saat ini butuh untuk kita dekati. Justru tatkala ia semakin jauh dari jalan Allaah bukan semakin kita jauhi…akan tetapi semakin kita dekati. Persahabatan yang dulu pernah kita jalin hendaknya tidak terlupakan dan sirna. Justru persahabatan lampau menuntut kita untuk menyayangi sahabat kita yang berada di persimpangan jalan….
Kasus yang sering terjadi juga adalah tatkala ada saudara atau sahabat kita yang futur (malas beribadah) atau bahkan terjerumus dalam kemaksiatan lantas sebagian kita malah menjauhinya…bahkan menjauh sejauh-jauhnya. Tidak ada yang mengunjunginya…tidak ada yang menasehatinya…akhirnya iapun semakin terpuruk dan semakin jauh dari jalan Allaah. Persaudaraan terlebih lagi persahabatan mengkonsekuensikan sikap yang sebaliknya, yaitu …mendekati dan menasehati…bukan menjauhi dan mencibir…


Source : Ust. Firanda

Wednesday, 30 January 2013

Jangan Buat Aku Dikenal

Usah kau tahu tentang aku

Beberapa orang bertanya tentang aku..
Usah kau tahu siapa aku...

Cukuplah kau kenal Nabimu dan para sahabatnya 'tuk ditiru..
Sebab bila engkau mengetahui keburukanku, niscaya engkau 'kan lari menjauhiku...

Muhammad bin Wasi' رحمـه اﻟلّـہ berkata,

"Seandainya dosa-dosa itu berbau, niscaya tiada orang yang mau bergaul denganku.."

Ketahuilah...
Sesungguhnya aku hanyalah thulaibul 'ilmi (penuntut ilmu yang masih kecil).

Sapa dan nasehat dikau, wahai saudara muslimku amat kurindu...

Tinggalkanlah niatmu untuk mengenal lebih jauh akan daku..

Aku hanyalah semisal eceng gondok, yang daunnya tidak menjulang ke langit dan akarnya pun tidak menghujam ke bumi..

Bantu aku,
Jangan buat aku dikenal..
Karena ujian popularitas kerap 'kan menjadi aral..

Abu Mushir berkata,

"Sesuatu yang membuat diri Anda termasuk orang yang celaka adalah saat Anda menjadi bagian orang-orang terkenal.."

Bisyir bin Harits رحمـه اﻟلّـہ menyatakan,

"Aku tidak melihat orang yang gila popularitas melainkan agamanya akan hilang dan kekurangannya akan diketahui banyak orang.."

Ia juga berkata,
"Orang yang gila popularitas tidak akan merasakan manisnya akhirat.."
(At-Tawadhu' wal Khumul: 130)

Walau belum seluruh yang kubagikan melalui kalimat-kalimat sederhana ini ku amalkan secara sempurna..
Namun yakinlah, tekad itu tetap kuat tak pernah sirna...

dari Sahabat Kecilmu

Sumber : @Sahabat Ilmu

Saturday, 26 January 2013

Surat Buat Sahabat

Sahabat…………
Terlalu singkat rasanya
Waktu sua kita
Memenggal ria Ɣªnğ tersisa

Padahal…………
Belum puas rasanya bercanda
Belum lagi tawa berakhir
Kini beku dalam kenagan

Sahabat……..
Ingin kutuai semua bahagia
Seperti dulu,
Waktu kau disampingku...

Friday, 25 January 2013

Indah Persahabatan

Indah itu pada lantunan bacaan
Terkesima pada huruf-huruf yang tertutur
Hingga di tinggi rendah nada
Pada rangkaian kata terindah tak berbanding

Bermula dari sapaan sejenak
Lalu diskusi di beberapa bagian waktu
Hingga disela kata yang terurai
Terbersit rasa meski sepenggal

Tak mengira menjadi begitu dekat
Hingga ada rindu menyisa di rentang waktu
Dan ketika saling pengertian terjalin
Indah persahabatan ini terus menemani

Dan rindu itu kubiarkan mengangkasa
Hingga menyentuh wajahmu
Dan membuatmu tahu
Bahwa kau.. sangat berarti


***untukmu, yang selalu membuatku rindu***