Saturday, 15 June 2013

Dunia tak hanya milik berdua

Saat kita jatuh cinta
Berjuta rasa merajai hati
Apapun kan kita lakukan
Demi orang yang kita cintai
Rasanya tak ada yang lebih indah
Selain memiliki orang yang kita cinta
Sepenuhnya……
Hanya milik kita
Selamanya…..

Saat cinta itu terangkum
Dalam ikatan suci di hadapan-Nya
Dunia semakin indah rasanya
Berjanji saling mencinta
Berjanji tuk saling setia
Seakan dunia hanya milik berdua

Dan Saat cinta harus diuji
Saat cinta harus terbagi
Seakan sebuah tragedi yang sedang terjadi
Berharap ini hanya mimpi

Ya Robb…. Kuatkan aku…
Jadikan aku ikhlas
Saat kuharus membagi cinta suamiku kepada wanita lain
Ya Robb…. Aku sadar bahwa aku tak berhak
Memiliki suamiku sepenuhnya
Dan aku tersadar jua bahwa
Dunia tak hanya milik Berdua….

Ya Robb…. Aku tau….
Suamiku yang selama ini menjadi Imam di hidupku
Dan aku adalah ma'mumnya
Berhak memiliki ma'mum yang lain
Demi tugas cintanya kepada-Mu

Ya Robb….
Aku percaya Dunia kan jadi Luar Biasa indahnya
Dengan cinta yang terbagi
Melalui sebuah Poligami
Karna Dunia tak hanya milik berdua
Kini, Dunia milik bersama
Aku, Suamiku, dan istri-istri suamiku yang lain
Mencinta Bersama…..
Setia Besama……
Semoga Cinta lebih bermakna….

***

'Bicara Madu'

Saudariku....
Kehadiranku mungkin tak pernah kau duga
Sama halnya denganku kadang masih tak percaya
Tapi apa yang terjadi kini, nyata adanya
Bahwa kita mencintai pria yang sama

Saudariku....
Jangan Pernah benci suamimu
Jangan pula kau benci aku sebagai madu
Karena kehadiranku bukanlah untuk mengambilnya darimu
Hanya izinkan aku mencintainya sepertimu

Saudariku.......
selayaknya kau bangga dengan suamimu yang mau berpoligami
Karena dia memiliki hati yang luas untuk mau berbagi
Ketika dia telah berhasil memimpinmu
Dia ingin wanita lain bisa merasakan
Kepemimpinannya sepertimu

Saudariku.....
Tak ada yang salah dengan poligami
Karena bagaimanapun poligami adalah hal yang dibolehkan dalam syariat
Lihatlah poligami secara haq sesuai tuntunan syariat
In sya Allah banyak cinta kan bersemi.....

Saudariku.....
Selayaknya kubangga pula denganmu
Yang telah rela berbagi kepada madumu
Terimakasih kau izinkan aku memilikinya
Bersama kita menjaganya selamanya
Dalam suasana poligami yang diridhoi-Nya

•unknown•

Friday, 31 May 2013

5 Kelebihan Yang Diberikan Allah Kepada Unta



"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan?” (QS. Al Ghasiyah: 17)


Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerlihatkan banyak ayat kebesaran-Nya kepada kita. Hanya saja kita, manusia, seringkali lalai darinya. Maka, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita tentang kebesaran-Nya ini dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk memerhatikan unta. Tentu, ketika Allah memerintahkan kita untuk memerhatikan satu ayat-Nya ini, di sana terdapat keagungan yang penting untuk kita perhatikan.

Unta, sebagai makhluk yang mampu bertahan di gurun, tentu memiliki susunan tubuh yang berbeda dengan hewan lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan organ-organ khusus yang menunjang hidupnya untuk membelah ganas dan kerasnya iklim gurun. Inilah sebagian kekhususan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya:

1. Punuk Unta
Punuk unta adalah gundukan lemak. Gundukan lemak ini berfungsi ketika terjadi kekurangan makanan. Lemak ini bisa diubah menjadi sumber tenaga dan air. Sehingga, unta dapat berjalan di padang pasir yang sangat panas dan bertahan selama sekitar tiga pekan tanpa makan dan minum. Selama masa ini, unta kehilangan 33 % berat badannya. Padahal, dalam kondisi yang sama seorang manusia meninggal dalam waktu 36 jam, dan kehilangan seluruh air dari tubuhnya serta 8 % berat badannya.

Ketika unta menemukan sumber air, ia akan meminumnya dan menyimpannya di tempat-tempat yang bisa menyimpannya, termasuk darah. Unta mampu minum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit.

2. Mata Unta

Bagian kelopak mata unta dapat tembus cahaya sehingga dia bisa tetap melihat walaupun matanya tertutup. Kelopak mata dan bulu matanya yang panjang berfungsi melindungi mata dari masuknya debu dan butiran pasir akibat hembusan badai pasir. Selain itu, bulu matanya bisa saling mengait membentuk semacam teralis melindungi mata dari debu.

3. Hidung Unta

Unta memiliki hidung yang dapat menutup ketika ada badai pasir, sehingga pasirnya tidak dapat mengganggu pernafasannya.

4. Kaki Unta

Walaupun unta membawa beban ratusan kilogram, kaki unta tidak terperosok ke dalam pasir. Allah menciptakan kakinya lebar sehingga bisa menahan tubuhnya agar tidak tenggelam ke pasir. Kemudian juga, Allah menciptakan kaki unta panjang untuk menjauhkan tubuhnya dari pasir yang panas membakar di wajahnya.

5. Tubuh Tertutup Kulit Tebal dan Rambut Lebat

Gurun pasir memiliki amplitudo suhu yang tinggi. Saat siang, suhunya sangat panas. Namun saat malam, suhunya turun drastis bisa sampai mendekati nol derajat. Nah, untuk mengatasi panas, Allah menciptakan lapisan-lapisan tebal tubuhnya pada bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan tanah. Sehingga, ketika unta duduk di pasir yang panas kulitnya tidak terbakar. Kulit tebal dan rambut lebat unta juga digunakan untuk melindungi dirinya dari dinginnya malam yang membeku.



Ma sha Allaah, inilah beberapa rahasia penciptaan unta. Tentu yang disampaikan di sini masih jauh dari hakikat ciptaan unta yang sebenarnya. Namun begitu, cukuplah ini sebagai cermin kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Dia tampakkan di dalam makhluk-Nya. Allahu a’lam bish shawab.

(Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 19 vol.02 1433H-2012M Hal. 53-56, penulis: Abdurrahman)

Sumber: Kabut Fajar

Monday, 20 May 2013

Renungan Untuk Para Pelaku Bisnis


بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah membawakan sebuah kisah yang pantas untuk kita jadikan renungan.
Dikisahkan bahwa ada seorang ulama yang menumpang sebuah kapal laut bersama para saudagar kaya (yang membawa banyak harta dan barang dagangan). Tapi kemudian, (di tengah lautan) kapal tersebut rusak (dan tenggelam bersama seluruh barang-barang muatan). Maka para saudagar tersebut serta merta menjadi orang-orang yang hina dan rendah (karena harta mereka tenggelam di laut) padahal sebelumnya mereka merasa mulia (bangga) dengan kekayaan mereka. Sedangkan ulama tersebut sesampainya di negeri tujuan, beliau dimuliakan dengan berbagai macam hadiah dan penghormatan (karena ilmu yang dimilikinya). Kemudian ketika para saudagar yang telah menjadi miskin itu ingin kembali ke negeri mereka, mereka bertanya kepada ulama tersebut: Apakah anda ingin menitip pesan atau surat untuk kaum kerabat anda? Maka ulama itu menjawab: “Iya, sampaikanlah kepada mereka: Jika kalian ingin mengambil harta (kemuliaan) maka ambillah harta yang tidak akan tenggelam (hilang) meskipun kapal tenggelam, oleh karena itu jadikanlah ilmu (agama) sebagai (barang) perniagaan (kalian)”1.

Kisah di atas memberikan pelajaran kepada kita semua tentang hakikat kemuliaan dan kebahagiaan yang seharusnya kita utamakan dalam kehidupan ini, yaitu kemuliaan yang selalu menyertai diri kita dalam semua perjalanan yang kita lalui sampai di akhirat nanti.

Adapun kemuliaan semu dan sesaat maka akan berakhir seiring dengan berakhirnya dunia ini dan itu sangatlah cepat terjadinya.
Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Hasyr:18).
Imam Qatadah bin Di’amah al-Bashri berkata tentang ayat ini: “Senantiasa Tuhanmu (Allah Ta’ala) mendekatkan (waktu terjadinya) hari kiamat, sampai-sampai Dia menjadikannya seperti besok”2.

Cobalah renungkan nasehat berharga dari Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berikut ini: “Sesungguhnya bentuk-bentuk kebahagiaan (kemuliaan) yang diprioritaskan oleh jiwa manusia ada tiga (macam):

  1. 1. Kebahagiaan (kemuliaan) di luar zat (diri) manusia, bahkan kebahagiaan ini merupakan pinjaman dari selain dirinya, yang akan hilang dengan dikembalikannya pinjaman tersebut. Inilah kebahagiaan dengan harta dan kedudukan (jabatan duniawi).
    Kebahagiaan seperti ibaratnya seperti kebahagiaan seseorang dengan pakaian (indah) dan perhiasannya, tapi ketika pandanganmu melewati penutup dirinya tersebut maka ternyata tidak ada satu keindahanpun yang tersisa pada dirinya!

  2. 2. (Bentuk) kebahagiaan (kemuliaan) yang kedua: kebahagiaan (kamuliaan) pada tubuh dan fisik manusia, seperti kesehatan tubuh, keseimbangan fisik dan anggota badan, keindahan rupa, kebersihan kulit dan kekuatan fisik. Kebahagiaan ini meskipun lebih dekat (pada diri manusia) jika dibandingkan dengan kebahagian yang pertama, namun pada hakikatnya keindahan tersebut di luar diri dan zat manusia, karena manusia itu dianggap sebagai manusia dengan ruh dan hatinya, bukan (cuma sekedar) dengan tubuh dan raganya, sebagaimana ucapan seorang penyair:
    Wahai orang yang (hanya) memperhatikan fisik, betapa besar kepayahanmu dengan mengurus tubuhmu Padahal kamu (disebut) manusia dengan ruhmu bukan dengan tubuhmu
    3Inilah keindahan semu dan palsu milik orang-orang munafik yang tidak dibarengi dengan keindahan jiwa dan hati, sehingga Allah Ta’ala mencela mereka dalam firman-Nya:

    وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ

    Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh (penampilan fisik) mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar” (QS al-Munafiqun: 4).


    Artinya: mereka memiliki penampilan rupa dan fisik yang indah, tapi hati dan jiwa mereka penuh dengan keburukan, ketakutan dan kelemahan, tidak seperti penampilan lahir mereka4.

  3. 3. (Bentuk) kebahagiaan (kemuliaan) yang ketiga: inilah kebahagiaan yang sejati, kebahagiaan rohani dalam hati dan jiwa manusia, yaitu kebahagiaan dengan ilmu yang bermanfaat dan buahnya (amalan shaleh untuk mendekatkan kepada Allah Ta’ala).
    Sesungguhnya kebahagiaan inilah yang menetap dan kekal (pada diri manusia) dalam semua keadaan, dan menyertainya dalam semua perjalanan (hidupnya), bahkan pada semua alam yang akan dilaluinya, yaitu: alam dunia, alam barzakh (kubur) dan alam tempat menetap (akhirat). Dengan inilah seorang hamba akan meniti tangga kemuliaan dan derajat kesempurnaan”5.

Demikianlah, semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi renungan untuk kita semua, serta menjadi sebab untuk kebaikan diri kita di dunia dan akhirat.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Kota Kendari, 26 Shafar 1434 H

1 Kitab “Miftaahu daaris sa’aadah” (1/107).
2 Dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab beliau “Ighaatsatul lahfan” (hal. 152-Mawaaridul amaan).
3 Mulai dari sini sampai akhir paragraf ini adalah keterangan tambahan dari penulis.
4 Lihat “Tafsir Ibnu Katsir” (4/472), “Tafsir al-Qurthubi” (18/124-125) dan “Fathul Qadiir” (7/226).
5 Kitab “Miftaahu daaris sa’aadah” (1/107-108).
 —
Penulis: Abdullah bin Taslim al-Buthoni

PENERIMAAN SANTRIWATI BARU PONDOK TAHFIDZ MA'HADUL QUR'AN BOYOLALI

PENERIMAAN SANTRIWATI BARU PONDOK TAHFIDZ MA'HADUL QUR'AN


Meniti ilmu guna mengikuti jejak salafussholeh.. 



Pondok tahfidz Ma'hadul Qur'an Boyolali Menerima pendaftaran santriwati baru. (khusus putri) Dengan dua program unggulan 

1.Program MadrasatulQur'an Aliyah (MQA) -setingkat SMA-
Masa pendidikan 3th.
Praktek mengajar+ muroja'ah 1tahun.
Target: 
- hafal qur'an 30juz 
- Memahami berbagai ilmu syariah sesuai alqur'an dan sunnah serta mengamalkannya
- Mendapat ijazah pondok setingkat SMA dan ijazah paket C. 
*Syarat: akhwat lulus SMP atau sederajat
Mata Pelajaran: aqidah, akhlaq,tafsir, fiqh, hadits, faroidh, ulumul qur'an, mustolah hadits, manhaj da'wah,  nahwu, shorof, lughoh muhadatsah, ta'bir wa insya', imla'wa khot, khitobah,  bahasa inggris, matematika, bahasa indonesia, Ketrampilan , olahraga, dll


2. Program tahfidz murni (TM) untuk akhwat setelah lulus SMA atau sederajat
Masa pendidikan 2th atau kurang.
Ditambah Praktek mengajar hafalan+muroja'ah 1th. 
Target: 
- hafal qur'an 30juz 
- Memahami dasar dasar agama sesuai Alqur'an dan sunnah.
*Syarat: akhwat lulusan SMA atau sederajat atau umur 18+
Telah mampu membaca Alqur'an 
mata pelajaran tambahan: Aqida, akhlaq, fiqh, tafsir , hadits
KBM dimulai dari hari datang kepondok.



Fasilitas

Pengajar Alumni Timur Tengah,  Lipia jakarta dan para hafidzoh serta alumni ponpes pesantren salaf 
makanan sehat dan bergizi  3 x sehari
asrama khusus putri yang representative
tempat tidur ranjang dan kasur busa
almari pakaian
lapangan untuk berolahraga khusus putri tertutup pagar tembok tinggi 
udara sejuk khas boyolali sehingga cocok untuk menghafal al qur'an 
kesehatan ditangani dokter dan team medis



Persyaratan:

1. mengisi formulir pendaftaran 

2. fotocopy
- ijazah atau nilai raport
- kartu keluarga (KK)
- KTP ortu atau wali (ayah dan ibu)
- akte lahir santriwati 

3. membayar uang pendaftaran 100 ribu

4. test boleh dilakukan via telpon setelah dilengkapi semua persyaratan dg dikirim ke alamat pendaftaran 
SDIT Ibnu Umar Boyolali
Jalan Raya. Boyolali - Klaten KM 1.
kelurahan. Kemiri. kec. Mojosongo  kab. Boyolali Jawa tengah
085326571234
atau datang langsung ke pondok 


5. santriwati diantar mahramnya

Pendaftaran dibuka mulai tgl 11 mei - 25 juni 2013


Tes ujian masuk pondok
1. wawancara latar belakang
2. baca qur'an
3. wawancara  wali murid


Calon santriwati yang diterima harus sudah masuk tanggal 14 agustus 2013M


Biaya sekolah murah karena disubsidi
*Program TM 
Pendaftaran dan uang pangkal200rb
Spp 175rb/bulan


*Program MQA. Setingkat aliyah
Pendaftaran 100rb
Uang pangkal 1jt
Uang buku 200
Spp dari bulan agustus 300rb
biaya murah karena bersubsidi dari donatur


bagi yang tidak menginginkan disubsidi silahkan menambah sesuai kemampuan.


Info pendaftaran. 
Abu Riyadl Nurcholis, Lc 085326571234
M. fauzan 085647000929


Alamat pondok
Pondok Pesantren Ma'hadul Qur'an
(dulu Islamic centre umi barokah)
Jl Profesor Soeharso, Gatak, Kebontimun,
Kiringan, Boyolali
( -/+200m Utara Terminal Boyolali , Barat Perum Galaxy)


Alamat Tempat pendaftaran:
SDIT Ibnu Umar Boyolali
Jalan Raya. Boyolali - Klaten KM 1.
kelurahan. Kemiri. kec. Mojosongo  kab. Boyolali Jawa tengah
085326571234


Mudir Ma'had

Friday, 29 March 2013

Arti Dirimu


Dalam satu dan lain hal,
Kau dapat membuatku tersenyum
Menghadirkan cahaya mentari
Yang menghangatkan seluruh jiwa

Dalam satu dan lain hal,
Kau dapat membuatku tersentuh
Bagai angin sepoi di siang hari
Yang menghembus pucuk-pucuk akasia

Dalam satu dan lain hal,
Kau dapat membuatku terharu
Meski hanya dengan serangkai kata
Yang mampu menggugah pemahaman baru

Dan diantara banyak hal,
Aku ingin mengatakan
Sahabat………
Betapa kau berarti bagiku...

Kaukah itu...?

Kaukah itu……….?
Seorang teman yang menawarkan pundaknya
Untuk saling berbagi beban dan harapan
Dalam susah dan senang

Kaukah itu……….?
Seorang teman yang menawarkan kasih sayang
Untuk saling mendukung
Dengan sebuah senyum tulus

Kaukah itu……..?
Seorang teman yang menawarkan persahabatan
Untuk saling mengingatkan
Agar jalan tetap lurus

Jika itu kau, jawablah!
Karena aku menunggu


Source : The part of me

Thursday, 28 March 2013

Tanya Jawab: Hukum Bisnis Forex Online


Pertanyaan:
Assalamu'alaikum, pak ustadz, Saya ingin menanyakan hukum tentang bisnis valas secara online yang biasa disebut dengan "Forex"? Dimana bisnis ini pada dasarnya mengambil keuntungan dari penjualan suatu mata uang, kalau di dunia nyata mungkin mirip dengan money changer. atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum.

Jawaban:

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. 
Langsung saja, dalam syari'at islam, bisnis mata uang (valas) secara garis besar dibolehkan, hanya saja ada dua ketentuan yang harus diindahkan. Kedua ketentuan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian masyarakat luas. Kedua persyaratan tersebut bertujuan agar mata uang yang merupakan standar harga bagi barang-barang lain tidak dapat dipermainkan oleh orang-orang yang serakah. Berikut kedua ketentuan tersebut: 

1. Bila mata uang yang diperdagangkan sama jenis, misal : Uang rupiah pecahan Rp 100.000,- ditukar dengan uang rupiah pecahan Rp 1.000,- maka pada kondisi semacam ini ada dua persaratan yang harus dipenuhi:

  • Penukaran dilakukan dengan cara kontan, sehingga ketika kedua belah pihak yang mengadakan transaksi telah menyetujui akad penukaran tersebut, masing-masing harus segera melakukan pembayaran dengan cara kontan dan lunas, tanpa ada pembayaran yang tertunda walau hanya Rp 1,- (satu rupiah).
  • Nominasi kedua uang tersbeut berjumlah sama, tanpa ada yang dilebihkan. Dengan demikian pada contoh kasus di atas, yaitu uang rupiah pecahan Rp. 100.000,- bila ditukar dengan uang rupiah pecahan Rp. 1.000,- maka pemilik pecahan Rp 100.000,- harus benar-benar mendapatkan pecahan Rp 1.000,- sebanyak 100 (seratus) lembar. Tidak boleh ada pengurangan sedikitpun.
2. Bila mata uang yang dipertukarkan berbeda jenis, misalnya mata uang dolar amerika ditukar dengan rupiah indonesia, maka pada kondisi semacam ini proses tukar menukar harus memenuhi syarat pertama dari kedua persyaratan di atas, yaitu pembayaran dilakukan dengan kontan dan lunas, tanpa ada yang terhutang sedikitpun. Dengan demikian bila anda menukar uang dolar sebesar $ 100 dengan rupiah sebesar Rp. 10.400.000,-, maka pembayaran antara anda berdua harus dilakukan dengan kontan dan lunas, tanpa ada yang terhutang sedikitpun. 

الذهب بالذهب والفضة بالفضة والبر بالبر والشعير بالشعير والتمر بالتمر والملح بالملح مثلا بمثل، سواء بسواء، يدا بيد، فمن زاد أو استزاد فقد أربى. رواه مسلم 

"Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya'ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya'ir, korma dijual dengan korma, dan garam dijual dengan garam, (takaran/timbangannya) harus sama dan kontan. Barang siapa yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba." (HRS Muslim dalam kitabnya As Shahih)

Dan para ulama' zaman sekarang telah menyatakan bahwa berbagai mata uang yang ada di zaman sekarang berperan sebagai mata uang yang ada pada zaman dahulu yaitu dinar atau dirham. 

Dengan demikian seluruh hukum yang berlaku pada penukaran mata uang dinar dengan dinar atau dirham dengan dirham atau dinar dengan dirham berlaku pula pada pernukaran mata uang yang ada pada zaman sekarang. 

Bila demikian adanya, maka bisnis valas secara online yang disebut dengan forex adalah bisnis yang diharamkan. Yang demikian itu karena pembayaran pada bisnis cara ini tidak dilakukan dengan kontan dan lunas, akan tetapi pembeli hanya membayarkan beberapa persen dari total valas yang ia beli sebagai jaminan, dan pada penutupan pasar valas di akhir hari atau pada akhir tempo yang disepakati oleh keduanya, mereka berdua mengadakan perhitungan untung atau rugi selaras dengan pergerakan nilai tukar kedua mata uang yang diperdagangkan. 

Wallahu Ta'ala a'alam bisshowab. 

Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA.
Source : Pengusaha Muslim

Friday, 22 March 2013

Sebuah Tanda Cinta…Bagi Wanita Perindu Firdaus-Nya (Bagian 2)


Ujian demi ujian pasti kan menghadangmu di luar sana. Tetaplah tegak bertahan! Jangan tumbang hati dan ragamu karenanya! Tunggulah, suatu saat nanti kan tiba, ketika kesukaran itu menjadi manis akhirnya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Al-Insyirah: 5-6)
 سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (Qs. Ath-Thalaq: 7)
Ingatlah…bahwa Allah tidak akan menguji di luar kesanggupan seorang hamba. Kau tahu apa maksudnya? Jika Allah mengujimu dengan cobaan yang tak kau suka, Dia mengerti bahwa kau sanggup mengampunya. Kini yang harus kau pikir justru bagaimana cara “lulus” dengan hasil memuaskan atas ujian-Nya. Maka, kunci jawaban ujian itu terletak dalam sabar, doa, tawakkal, dan ridha atas takdir-Nya.
Tengoklah kisah saudari kita Fulanah yang diboikot, tidak diakui sebagai anak, dibakar jilbabnya dan dianiaya raganya…atau nasib ‘Allanah yang dinikahkan secara paksa dengan lelaki yang tidak diketahui bagaimana akhlaknya, hanya karena wanita ini ingin mempertahankan hijab syar’inya. Di luar sana masih banyak yang nasibnya jauh lebih tragis dari pada Fulanah dan ‘Allanah ini. Lalu, apakah orang-orang di sekitarmu memperlakukanmu sebegitunya? Tidak! Lihatlah, ujianmu ini belum seberapa dibanding mereka. Di manakah Sumayyah, Aasiyah, dan wanita mukminah penggenggam bara api masa kini itu berada? Tidak usah kau jadi wanita cengeng yang mudah luluh lantak hanya karena cobaan yang mendera! Justru jadikanlah ujian ini sebagai tempaan iman dan takwa. Bukankah intan berpendar kilaunya setelah digosok dan ditempa dengan suhu tinggi sedemikian rupa?! Maka, jadilah dirimu laksana intan kokoh nan berkilau indah setelah melewati tempaan ujian hebat dari-Nya.
Jika sedih dan letihmu beradu, tentu kau tahu sebaik tempatmu mengadu.
Panjatkan aduan dan doa di tengah malam yang syahdu,
dan pada waktu besar kemungkinan terkabulnya doamu…
bukan malah mengiba orang lain mengasihanimu!
Ingatlah…masih ada Allah sebagai tempat bergantung, tempat mengadu,
tempat memohon, yang kan menolongmu.
Masih ada Al-Qur’an yang bisa menawarkan gundah dan dukamu.
Masih ada As-Sunnah yang menjadi lentera petunjuk untuk menerangi waktu kelabumu. Masih ada buku-buku sumber ilmu yang bisa menjadi teman setia dalam diam sendirimu. Masih ada kisah-kisah perjuangan menegakkan dinul Islam dari umat terdahulu yang bisa menjadi penghiburmu. Tak lupa kuingatkan bahwa masih ada kami saudari-saudarimu, yang sedia berbagi laramu dan berada di sisimu untuk menyokong bahumu melalui masa sulit itu.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
 “Dan semua kisah para Rasul yang Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Hud: 120)
Tunjukkan dengan akhlak mulia, tentang kebenaran ajaran yang kau bawa…bahwa dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan 3 generasi terbaik umat ini meniti jalan di atasnya, dengan perbuatan yang sama. Suguhkan senyum di muka, haturkan salam hangatmu dan santun budimu bagi mereka. Bergaulah apik di tengah masyarakat, selama kelakuanmu bukan maksiyat pada Sang Pencipta. Lebih-lebih jika kau punya limpah makanan yang ada, bagikanlah pada tetangga. Betapa cermin akhlak mulia, dapat mengalahkan rangkaian huruf dan seruan kata [3].
Patrikan pada jiwa, ikhlaskan niatmu….bersihkan niat dari kotoran sum’ah dan riya. Hanyalah ridha dan Firdaus-Nya yang kau pinta…bukan malah ridha manusia yang kau puja! Maka, biarkan orang hendak berkata apa, yang pasti kau titi jalan kebenaran itu hingga nyawa terlepas dari raga[4]. Tidak usah kau ragu akan janji-Nya….kelak, kau kan kecap indahnya surga -insyaallah-, duduk bertelekan di dipan-dipan dan menenggak minuman dari gelas piala yang bening laksana kaca,  mengenakan pakaian indah dari sutra hijau warnanya. Akan tetapi, kau harus tahu….jalan menuju surga penuh dengan hal yang berat dan sulit dilakukan jiwa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا (12) مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا (13) وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا (14) وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا (15) قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا (16 )
“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya.” (Qs. Al Insan: 12-16)
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
أُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا
“Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.” (Qs. Al-Kahfi: 31)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
“Dalam surga terdapat seratus derajat yang Allah persiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya, yang jarak antara setiap dua tingkatan bagaikan antara langit dan bumi. Maka, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah surga Firdaus, sebab Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya ada singgasana Ar-Rahman, dan dari sanalah sungai-sungai surga memancar.” (HR. Al-Bukhari no. 7423)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ وَحُجِبَتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ
“Neraka itu dihijab (dipagari/dikelilingi) dengan syahwat, sedangkan surga dihijab dengan hal-hal yang tidak menyenangkan (dibenci).” (HR. Al-Bukhari no. 6487)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
 “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”” (Qs. Fushilat: 30)
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
 “Maka tetaplah istiqamah kamu sebagaimana yang diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.” (Qs. Hud: 112).
Ingatlah selalu…ada Dzat Yang Maha Kuasa membolak-balik hati para hamba-Nya. Maka, mohonlah kemudahan atas kesulitan perkaramu pada-Nya, pintalah taufik-Nya bagimu dan bagi mereka, berharaplah agar ujianmu dapat mengangkat derajatmu dan menggugurkan dosa, tak lupa pula panjatkanlah doa agar segala jerih payah kesabaran, ketawakkalan dan keridhaanmu akan takdir-Nya berbuah pahala dan berbalas surga.
♥ Dariku…yang mencintaimu karena-Nya ♥
penulis: Fatihdaya Khairani
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Keterangan:
[3] Bahwa dampak dakwah secara langsung dengan akhlak/perbuatan, seringkali dapat mengalahkan beratus-ratus kata yang pernah terangkai dalam bentuk dakwah lewat tulisan ataupun perkataan.
[4] Penulis sedang berbicara tentang pentingnya beristiqamah dalam meniti kebenaran, sehingga penulis membawakan beberapa dalil yang menunjukkan bahwa balasan istiqamah adalah surga.